![]() |
| Sumber : https://www.pexels.com/ |
Kata mabuk agama sering dijadikan kalimat hujatan andalan para pembenci agama, baik yang mengaku ateis, agnostik, ataupun yang malas ibadah.
Kata mabuk agama sering kali dianggap tidak relevan bagi orang-orang yang katanya sangat religius. Mereka mengklaim bahwa yang namanya mabuk agama itu tidak ada.
Jadi? Beneran gak ada? Atau?
Saya meyakini ada, kenapa?
Sebenarnya apa itu agama? Yang saya tahu, agama itu adalah pedoman hidup, seperti manual book pada barang-barang buatan manusia.
Mungkin ada agama yang selalu update setiap waktu, tapi beberapa agama sudah tidak ada update lagi, terutama agama yang saya anut, yaitu agama islam.
Yang jadi permasalahan, kehidupan manusia terus berkembang, sedangkan agama, sudah tidak ada update lagi. Hal ini memaksakan para pemuka agama untuk berdiskusi masalah-masalah terkini yang mungkin sudah tidak ada petunjuknya lagi di kitab suci.
Jadi, di zaman sekarang terkadang ada beberapa masalah yang memang tidak punya aturan baku dalam kitab suci.
Yang terjadi pada orang mabuk agama, langsung cocoklogi ayat-ayat agama yang ada, padahal permasalahan ini membutuhkan diskusi lebih lanjut. Jadinya terlalu mudah mengharamkan sesuatu yang hukumnya belum jelas.
Tuhan memberikan akal pada manusia agar bisa berpikir. Memahami kitab suci pun sebenarnya tidak semudah hanya membacanya saja, perlu ada juga penafsiran. Lagi-lagi kita dipaksa untuk berpikir.
Mempelajari agama memang perlu hati-hati, saya jadi teringat kata-kata dari seseorang entah siapa, kurang lebih begini kata-katanya "Mengajarkan orang bodoh lebih mudah dibandingkan mengajarkan orang yang salah tempat ngaji".
Belajar agama bagus, tetapi kita juga perlu sikap kritis dan tidak terlalu fanatik agar kita masih bisa berpikir waras, karena terkadang manusia menyampaikan sesuatu sesuai yang dia mau, belum tentu ajaran yang sebenarnya.

Komentar
Posting Komentar