Privilege, atau bahasa sederhananya "hak akses istimewa", biasa kita kaitkan dengan kesuksesan seseorang. Pertanyaannya, seberapa besar pengaruh privilege ini dalam kesuksesan seseorang? Saya berani jawab "SANGAT BESAR DAN SANGAT PERPENGARUH". Privilege ini percaya gak percaya memang akselerator terbaik bagi yang ingin sukses muda dengan cepat.
Seorang pengusaha besar dapat memodali anaknya untuk belajar wirausaha dan memberikan seluruh resep rahasia perusaan agar sukses dengan mudah dan cepat, seseorang yang punya jabatan tinggi dapat dengan mudah meloloskan seleksi kerja anaknya agar mendapat pekerjaan di tempat kerjanya, dan masih banyak lagi contohnya.
Terasa tidak adil? Bisa iya bisa tidak. Terkadang emang kesal ya ketika kita melihat orang lain mempunyai privilege lebih untuk menjalani hidupnya, sementara kita sendiri minim privilege. Bagaimanapun hal ini memang di luar kendali kita masing-masing. Kita tidak pernah bisa meminta pada Tuhan untuk dilahirkan dari keluarga terpandang ataupun mempunyai banyak kelebihan dibandingkan orang lain, mau tidak mau kita terima diri kita apa adanya.
Terus?
Apa bisa bagi seseorang yang minim privilege bisa sukses? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Semua tergantung definisi sukses individu masing-masing. Setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda, ada yang sekadar sudah punya penghasilan sendiri sudah merasa sukses, ada yang merasa sukses jika sudah memiliki pasangan hidup idaman, ada juga yang merasa sukses jika sudah bisa menjadi orang terkaya di dunia. Standar setiap manusia berbeda, jadi kita sulit untuk mendefinisikan sukses secara general. Pada dasarnya arti sukses itu sendiri ketika kita berhasil meraih impian kita dengan baik, sementara impian setiap orang itu berbeda.
Sukses itu ada banyak macamnya
Karena impian setiap orang itu berbeda, tentu saja kesuksesan itu bisa didefinisikan macam-macam.
Seseorang saat dia mendapatkan nilai bagus untuk ujian, dan dia mendapatkan nilai yang bagus itu, sudah bisa dikatakan sukses.
Seseorang yang sedang berusaha hijrah untuk mendekatkan diri pada Tuhan-Nya, lalu dia berhasil melalui banyak godaan yang ada, bisa juga dikatakan sukses.
Kadang kita hanya mendefinisikan sukses itu berdasarkan impian-impian besar yang sulit untuk dicapai sampai lupa ada kesuksesan-kesuksesan kecil pada diri kita yang jarang kita lirik.
Hal-hal kecil yang mungkin kita dambakan seperti istirahat yang cukup, tidur teratur, mampu mengatur waktu dengan baik, dan apapun impian-impian kecil sederhana yang kita dambakan, ketika sudah berhasil, dapat kita katakan sebagai kesuksesan.
Sadar diri, usaha, dan do'a
Kebanyakan dari kita selalu memasang impian terlalu tinggi dan berat sampai kita lupa untuk sadar kemampuan diri sendiri, usaha apa yang bisa dilakukan secara realistis, terkadang do'a kita juga kurang realistis. Pada akhirnya semua tergantung kehendak Tuhan yang maha kuasa.
Teruntuk yang minim privilege
Kembali ke poin sebelumnya, sadar akan kemampuan dan batasan diri kita sendiri, usaha sungguh-sungguh sesuai apa yang kita bisa, dan selalu berdo'a memohon petunjuk. Terasa sulit memang, tetapi yang perlu kita ketahui setiap manusia mempunyai ujian masing-masing. Mungkin minim privilege termasuk ujian bagi kita.
Bersyukur dan apresiasi diri sendiri
Bersyukur dengan keadaan yang ada termasuk hal yang penting untuk mengurangi iri dan dengki terhadap orang-orang yang memiliki privilege bagus, karena apapun keadaan kita, itulah yang terbaik untuk diri kita sendiri.
Apresiasi diri sendiri mungkin terkesan agak sombong bagi sebagian orang, tetapi hal ini sangat penting karena pada dasarnya kita senang diapresiasi dan tidak senang disalahkan. Kebanyak orang-orang mengajarkan untuk menyalahi diri sendiri, padahal menyalahi diri sendiri merupakan awal mula bagi kita merasa diri kita tidak berharga dan berujung membunuh semua harapan kita yang selama ini kita perjuangkan. Apresiasi diri cukup dengan kita berterimakasih pada diri kita selama ini yang sanggup menjalani berbagai rintangan dalam hidup ini.
Ketika kita sudah bisa berterimakasih terhadap diri sendiri, memaafkan diri sendiri, dan berhenti menyalahkan diri sendiri, artinya kita sudah mulai bisa mengapresiasi diri sendiri.
Dukungan orang lain tidak bisa kita andalkan, karena pada dasarnya, perjuangan kita semua berbeda.
Gimana? Sudahkah kita berterimakasih pada diri sendiri untuk hari ini?
Komentar
Posting Komentar