| Sumber Gambar : https://www.pexels.com/ |
Kurang lebih begitu pendapat saya terhadap uang. Siapapun boleh punya pandangan berbeda. Pendapat dan pemahaman masalah uang akan berbeda pada setiap orang.
Kita mulai bicara topik sekarang. Masalah CRAZY RICH, orang yang masih relatif MUDA tetapi mempunyai kekayaan yang sangat melimpah, bagi sebagian orang ini adalah sebuah mimpi dan fantasi. Manusia sejatinya menyukai yang namanya FANTASI KESEMPURNAAN HIDUP, atau disebut juga UTOPIA kalo gak salah, atau UTOPIS kali ya, ya begitulah pokoknya.
Apa yang dipersembahkan CRAZY RICH ini sampai bisa menghebohkan dunia maya? Ya, mereka menjual FANTASI. Sekarang, siapa yang tidak suka memiliki banyak uang? Hampir setiap orang mau punya banyak uang, itu sudah menjadi sifat alamiah setiap orang.
Tapi, kenapa konten-konten mereka bisa ramai? Apakah mereka memberikan edukasi caranya menjadi CRAZY RICH seperti mereka? Sebagian mungkin IYA, tapi konten mereka yang paling laku bukan itu. Konten edukasi yang mereka buatkan tentu saja tidak terlalu banyak yang menikmati.
Lalu konten mereka paling banyak diminati apa? Iya, PAMER HARTA. Lucu ya? Gimana lagi, emang orang Indonesia seleranya begitu.
Rata-rata umur orang yang dijuluki CRAZY RICH di sosial media ini relatif muda, sekitar 20-30 tahunan. Terdengar cukup gila sih, tapi ini kenyataan.
Ketika kita mendengar motivasi dari mereka, selalu keluar kata-kata sakti, yaitu "KERJA KERAS". Mereka lupa dengan PRIVILEGE yang mereka miliki sejak kecil. Kebanyakan dari mereka terlahir dari keluarga BERADA. Secara FINANSIAL dan KONEKSI orang tua mereka jauh lebih baik dari kebanyakan orang tua di Indonesia.
Dan bagi mereka yang memang berasal dari keluarga susah, ada kemungkinan memang itu sudah REZEKI dia, gak usah iri kita, sudah ada yang atur.
Tetapi ada kemungkinan juga dari hasil usaha yang tidak pantas. Ada banyak usaha tidak pantas seperti PENIPUAN, INVESTASI BODONG, PENCUCIAN UANG, dan banyak perkara-perkara lain yang lebih kompleks dan sulit kita mengerti.
Sedangkan penikmat konten dan fantasinya? Yaudah lah ya, no komen.
Pada akhirnya, lebih baik fokus saja pada pencapaian diri kita sendiri.
Membandingkan diri kita dengan orang lain juga tidak menambah progress hidup kita kan?
Kalo semakin membuat kita INSECURE sih jelas
Komentar
Posting Komentar