Mencari diri sendiri di keheningan malam

 

Sumber : https://www.pexels.com/

Malam hari, waktu yang tenang dan sunyi bagi kebanyakan orang. Matahari sudah tenggelam, beberapa aktivitas pun sudah mulai dihentikan. Gelap dan heningnya malam hari, serta dinginnya malam yang cukup menusuk terkadang selalu memacu kita untuk berpikir hal-hal yang terkadang bisa kita hindari pada siang hari. Kadang kala, malam hari selain waktu untuk istirahat, digunakan pula untuk merenungkan diri sendiri.

Gak semua orang bisa langsung tertidur di malam hari, walau kondisi sudah berbaring di kasur alias REBAHAN. Di sini kita sebenarnya sudah mulai komunikasi dengan diri kita sendiri. Kita menampakan diri kita yang sebenarnya, karena disaat siang hari yang penuh kesibukan, kita menutupi diri kita yang sebenarnya.

Keterampilan komunikasi dengan diri sendiri ini memang tidak mudah, dan tidak semua orang terbiasa. Kenapa? Kebanyakan orang cenderung mengabaikan dan berusaha baik-baik saja, padahal kondisi tidak sedang baik-baik saja.

Ada kalanya kita berdiam diri sejenak di malam hari, sambil merasakan kesunyian dan gelapnya malam. Kita perlu berlatih untuk mempelajari apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita ini.

Hal yang paling mendasar adalah kita menerima dan sadar dengan keadaan kita sekarang. Kita terus berusaha mempelajari apa sebenarnya kita kejar selama ini, hal apa yang membuat kita senang dan bahagia selama ini.

Terkadang, kita merasakan tidak senang dan tidak bahagia karena biasanya selama ini kebahagiaan kita bergantung pada sesuatu yang di luar kendali diri kita sendiri.

Kita bisa mengendalikan sikap kita untuk bertindak, tetapi kita tidak akan pernah bisa menjamin keadaan lingkungan kita terus baik-baik saja walaupun kita sudah persembahkan sesuatu yang terbaik.

Malam minim dengan gangguan lingkungan. Ada kalanya kita menyendiri dan menutup seluruh komunikasi dan pekerjaan di malam hari. Kita merenung dan instrospeksi diri, apa yang selama ini kita kejar, sudah berapa banyak kesalahan yang kita perbuat, sudah berapa banyak orang yang sakit hati karena kita, dan beberapa pertanyaan yang sangat layak diajukan ke diri kita sendiri.

Lalu, kita perlahan rubah diri kita menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, fokus pada diri sendiri, pada sesuatu yang benar-benar bisa kontrol, dan terima kenyataan pada sesuatu yang ada di luar kendali diri kita.

Selama kita bergantung pada sesuatu yang tidak bisa sepenuhnya kita kendalikan, maka kita selamanya tidak akan pernah bisa bahagia. Kebahagiaan tidak cukup dicapai dengan rasa bersyukur, tetapi kita perlu memeriksa diri kita sendiri, jangan-jangan selama ini kita banyak bergantung kepada sesuatu yang di luar kendali diri kita sendiri.

Komentar