Antara Mengejar Kesempurnaan Dan Menghadapi Realita Hidup

Sumber Gambar : https://www.pexels.com/


Kita sering kali dipusingkan oleh hidup, seperti melihat pencapaian orang yang bisa lebih cepat, atau resah terhadap diri sendiri yang cuma gitu-gitu aja.

Kadang bingung juga, mau dibawa kemana hidup ini. Setiap harinya terasa hampa, gak ada yang istimewa.

Melihat orang lain dengan berbagai pencapaiannya, rasanya kok diri ini seperti tidak ada apa-apanya. Kadang bingung juga, saya hebatnya di mana? Apa saya memang tidak bisa apa-apa? Atau..??

Kenapa ya hidup orang lain itu pada mulus-mulus ya?, kayaknya gampang banget gitu. Kenapa orang-orang gampang, tapi saya susah? Kok bisa ya?

Masih banyak juga yang bisa kita pertanyakan terus menerus seperti hal di atas.


Jika kalian memiliki pertanyaan dan pernyataan yang serupa seperti di atas, wajar kok. Saya merasakan juga. Sebagian orang juga banyak yang merasakan, tapi tidak mau mengakuinya. Kenapa? Takut dianggap lemah.

Hidup ini memang sangat sulit untuk di prediksi. Kita kadang terlalu pede dengan kemampuan yang kita miliki. Tapi terkadang juga kita terlalu minder menghadapi dunia yang tidak jelas ini.

Pada dasarnya kita semua menghadapi permasalahan yang berat, tapi masalahnya saja yang berbeda.

Kita semua ingin menjadi yang terbaik, tapi apalah daya kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya ambyar.

Kenyataan pahitnya, kita hanya bisa menerima apa pun hasilnya. Ketika kita gagal, sebenarnya tidak ada yang bisa disalahkan. Kita dipaksa menerima. 

Masalah kegagalan, selain kita cukup berat hati menerima, kita juga sering di doktrin bahwa gagal itu merupakan suatu keburukan.

Sudah menjadi sifat alami manusia, ingin menggapai kesempurnaan dengan mudah, orang biasa menyebutnya "MENTAL INSTAN". Siapa sih yang tidak ingin bisa sukses cepat? Bisa menjadi orang luar biasa dalam waktu singkat?


Kegagalan memanglah pahit dan menyakitkan. Tanpa adanya kegagalan, kita tidak akan pernah memiliki mental yang kuat dan pemikiran dewasa.

Kita bisa mengejar yang terbaik, tapi kita perlu antisipasi hal terburuk yang kemungkinan akan terjadi di kemudian hari.

Menang dan kalah, sukses dan gagal, itu adalah hal biasa. Kita tidak perlu menyesali, kita hanya perlu introspeksi diri dalam keadaan apapun.

Kita bisa mati-matian berusaha keras, Tuhan yang menentukan. Tuhan yang maha mengetahui kapan kita harus berhasil, kapan juga kita perlu merasakan kegagalan.

Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan, tetapi tidak akan pernah sempurna di mata manusia lain, bahkan kita sendiri memandang kita tidak sempurna.


Gagal mengejar kesempurnaan, menghadapi realita hidup yang pahit, direndahkan orang lain, dan lain sebagainya. Mau tidak mau itu merupakan bagian dari hidup kita semua.

Tidak pernah ada orang hebat yang tercipta dari kondisi biasa-biasa saja.

Sehebat apa pun kita, pasti ada yang menganggap kita rendah, itu hal biasa dalam hidup ini.

Mengejar kesempurnaan adalah konsep manusia, realita hidup Tuhan yang menentukan.

Tuhan maha mengetahui apa pun yang tidak kita ketahui.

Tetap jalani hidup ini walau terasa tidak berguna, Tuhan tetap menyayangi kita semua.

Tuhan sudah mempersiapkan jalan terbaik untuk kita semua, tapi terkadang kita terlalu sombong dengan konsep diri kita sendiri.

Komentar