![]() |
| Sumber : https://www.pexels.com/ |
Pernahkan kita punya impian luar biasa? Tentunya sebagian besar dari kita pernah punya mimpi besar yang sangat luar biasa, apalagi ketika impian itu terucap saat kita masih anak-anak, benar gak?
Anak-anak ketika ditanya "Apa cita-citamu?", "Impianmu apa?", "Sudah besar ingin jadi apa?"
Jawaban yang mereka berikan biasanya sangat fantastis dan mungkin cukup ekstrim dalam pandangan orang dewasa. Jawaban seperti Presiden, Polisi, Tentara, Pembalap, Pengendali dunia, dan lain-lain akan keluar dari mulut mereka. Bahkan tidak jarang juga yang menjawab dengan figur favorit mereka seperti Superman, Batman, Power Ranger, Ultraman, dan superhero lainnya. Terdengar HALU tapi mereka anak-anak. Hanya sebatas itu kemampuan diri dan pengetahuan yang mereka miliki.
Memang seperti itu kebanyakan anak-anak jika ditanya cita-cita dan impian mereka. Sangat general alias tidak spesifik, dan terkesan halu juga tentunya. Maklum saja, mereka hanya melihat figur-figur yang menurut mereka keren. Mereka belum memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman layaknya orang dewasa.
Seperti yang banyak orang katakan, anak-anak itu masih suci. Memang sih, selain suci dari dosa, suci juga dari perih dan sakitnya kenyataan hidup yang dialami kebanyakan orang dewasa.
Mereka tentunya akan berpikir bahwa mewujudkan impian dan cita-cita itu mudah. Mereka juga berpikir, menjadi dewasa itu menyenangkan, bisa menjadi apapun yang mereka mau. Menjadi dewasa adalah impian yang mereka damba-dambakan tentunya.
Pada kenyataannya, bagaimana yang sekarang sudah dewasa?
Apakah masih mempertahankan cita-cita dan impian idealis pada masa kecilnya?
Mungkin sebagian kecil masih ada yang konsisten berusaha dan bekerja keras untuk mewujudkan impian masa kecilnya.
Sebagian besar sudah banyak yang terombang-ambing dengan perihnya masa dewasa. Kebanyakan dari mereka hanya berharap masih bisa hidup tenang di esok hari. Benar kan?
Pada kenyataannya hidup tidak selalu sesuai harapan kita semua. Terkadang kita harus mengalami hancurnya hidup, agar kita bisa menjadi orang yang lebih bijak.
Orang dewasa ketika ditanya "Apa cita-citamu?", sudah jarang yang menjawab dengan jawaban fantastis. Terkadang jawabannya sangat remeh, bahkan terlalu general dan abstrak. Kebanyakan sudah dewasa lebih minim dengan ambisi menggebu-gebu seperti masa kecil. Jawaban "Yang penting bisa hidup berkecukupan" sudah jadi jawaban mainstream bagi kaum dewasa ketika ditanya cita-cita.

Komentar
Posting Komentar